Selasa, 24 Juni 2014

Pertengkaran Cinta


pertengkaran cinta
Maaf, jika aku masih sulit mengertimu, bukan karena aku sendiri yang membuat keadaan menjadi semakin rumit. Aku memohon dengan sangat akan pengertianmu. karena aku sudah terjajah oleh rindu yang selalu membelenggu, semoga kau mengerti.


A: Tapi kenapa kamu selalu mendahulukan rasa kesalmu? Aku tahu kamu sibuk dan butuh waktu banyak. Tapi bagaimana denganku? Apa kamu mau aku tidak ada? Jujur aku terluka, jujur aku menangis, tapi kamu seperti tidak mau tahu. Lalu tiba-tiba kamu menyalahkanku? Apa yang harus aku lakukan? Kamu membuatku enggan untuk berkata aku rindu, enggan untuk berkata aku butuh kamu. Apa kamu tahu kalau aku harus selalu mengalah? Aku lelah. Jujur aku lelah dengan kesibukanmu yang sudah mengubahmu.

B: Bukan tujuanku dengan kesibukanku ini untuk membuatmu mengalah. Lain kali, jika kamu merindukanku, carilah kesibukan! Bukankah waktu yang ada di sela kesibukanku selalu kuberikan untukmu. Aku mohon kamu mengerti, aku sibuk dan aku pasti membagi waktu luangku denganmu. Jangan kamu pancing emosimu untuk merusak keadaan yang sudah rusak karena jarak.

A: Lalu, mengapa kamu terus saja menyalahkanku? Aku kurang peka, aku mengerti rindumu, aku terlalu sibuk. Selalu itu yang menjadi alasanmu.

B: Sudahlah, aku tidak ingin kita ribut. Aku ingin kita baik-baik saja. Sekarang aku sudah ada, jangan gunakan waktu luangku ini untuk bertengkar.

A: Terserah padamu, jujur aku lelah.

A: Atas dasar apa kamu menyuruhku untuk sibuk agar bisa melupakan rasa rinduku? Mana mungkin aku bisa seperti itu? Aku tidak sepertimu.

B: Kalau terserah aku, mana mungkin aku meladeni amarahmu yang sudah menjajah rasa rindumu ini. Aku menyuruhmu sibuk, agar kamu tahu bagaimana merindu dalam diam, karena diam bukan berarti tidak peduli. Kamu perlu ingat itu!

A: Lalu aku harus bagaimana? Apa harus sepertimu? Jauh dari ponsel? Jauh darimu? Apa kamu bisa? Kamu mau aku melakukannya? Baiklah.

B: Kamu harus bagaimana? Tidak semestinya kamu sepertiku. Cowok kalo cuek memang bawaan dari sananya. Kalau aku peduli, nanti aku disangka protektif. Jadi, bukankah kamu sudah memahami karakter yang ada padaku. Memangnya aku baru mengenalmu kemarin? Enggak 'kan. Yang harus kamu lakukan adalah sedewasa mungkin bersikap saat kamu merindukanku dan saat kamu menahannya. Sedewasa mungkin. Titik.

A: Dewasa bagimu itu diam tidak banyak bicara, 'kan? Baiklah. Aku memang mengenalmu, tapi kamu yang sekarang tidak seperti yang kukenal dulu. Berkacalah dan tanyakan pada dirimu, apakah kamu bangga bertengkar sesering ini? Pergilah, aku butuh waktu. Kamu senang 'kan, jika bersama mereka? Kau terlihat seperti masih single. Kamu senang seperti itu, 'kan?

B: Aku sudah berkaca beberapa kali pada diriku sendiri. Aku masih sama seperti dulu, hanya keadaan memang sudah berbeda. Kamu tahu bagaimana aku dulu? Dulu aku tidak sesibuk sekarang. Dulu aku masih pelajar, sedangkan sekarang aku sudah kuliah, sudah bekerja. Coba kau pahami, pahami aku. Aku bekerja. Aku mengumpulkan uang. Suatu saat nanti, jika uang itu terkumpul, aku akan menemuimu. Coba pikirkan, untuk apa aku sibuk?

A: Seperti itu? Kamu dulu bisa membagi waktumu dengan baik. Kenapa? Apa kamu tidak suka jika aku membutuhkanmu? Apa kamu tidak suka jika hanya kamulah yang bisa menenangkanku? Kenapa kamu selalu menyalahkanku kembali? Kenapa kamu selalu menyudutkanku? Apa yang sebenarnya kamu inginkan? Membuatku merasa bersalah? Jahat!

B: Apa? Aku jahat?! Kalau aku jahat, aku sudah berada di tahanan, Sayang, berteman dengan para tersangka koruptor itu. Ah, kamu bercanda.

A: Aku juga memiliki kesabaran yang terbatas. Tapi entahlah, aku rasa kamu selalu menyalahgunakannya begitu saja, karena aku mudah memaafkan. Aku tidak selalu menyudutkanmu. Aku hanya ingin waktu luang yang kupunya kita gunakan dengan sebaik-baiknya, seromantis dulu. Aku tidak bercanda. Aku lelah. Aku tidak mengerti harus berbuat apa lagi.

B: Dan coba pikirkan, untuk apa kamu marah-marah dan kalah dengan rindumu itu? Apa untuk membuat hubungan kita semakin buruk?

A: Dan coba kembali berpikir, kenapa kamu selalu menganggap enteng setiap masalah yang muncul?

B: Aku tidak selalu menganggap masalah itu enteng. Bukannya aku diam, tapi aku selalu dihadapkan dengan masalah yang itu-itu saja. Kamu paham, 'kan?

A: Itu-itu saja? Dan aku tidak berhak lelah, katamu?

B: Tidak seharusnya kamu lelah denganku. Aku mau kamu, kamu yang dulu. Dulu kita begitu harmonis menerima keadaan kita. Keadaannya jelas sama saja seperti sekarang, hanya saja perasaan lah yang membuat kita semakin berbeda. Karena terlalu sayang, terlalu takut kehilangan, takut aku yang jauh ini berpaling darimu? Aku sama sekali tidak ingin berpaling. Aku tetap dan sama saja seperti dulu. Jangan ombang-ambingkan kita, hingga menyulitkan kita untuk bertahan. Aku mau kita seharmonis dulu. Oke? Ingat itu!, Dan saat ini, waktu yang aku punya untuk menghubungimu kali ini, kita gunakan untuk memperdebatkan sesuatu yang tidak penting seperti ini. Per-cu-ma.

"Dear girls: sudahkah kalian gunakan waktu luangnya untuk mengharmoniskan keadaan dan tidak menuntut semua waktu yang dia punya untuk kalian saja, seegois itukah kalian?"

"And dear boys: sudahkah kalian semaksimal mungkin menenangkannya saat dia sudah mulai kalut akan kerinduannya terhadap kalian? Mengertilah, jangan hanya diam, karena diam sama saja seperti memberinya kesempatan untuk merindukan sosok kalian yang dulu kepada orang lain."

Curhat


“Curhat sama tembok”

-Ini bukan tentang lebih tua, se-umuran, atau lebih muda .ini tentang yg menyimbangkan hidup dan yg bisa berjalan beriringan .
-yg memberi kedamaian dihati, kenyamanan disisi, dan kasih sayang tiada henti .tentang tertawa bersama, saling mensupport, mendoakan satu sama lain, berbicara lepas tak berbatas tanpa berpikir ini pantas atau tidak .ketika dunia begitu kejam, kamu menjadi tempatku untuk selalu pulang .

-yg membuatku sangat sabar dan berusaha mengerti meski sulit .menerimaku apa adanya meskipun cuma seadanya .wajah mungkin tak rupawan tapi kebersamaan bersamamu itu sesuatu yg aku yakin harus aku perjuangkan .
-masa lalumu tidak aku persoalkan karena tahu itu yg membentukmu sekarang .kekurangan masing-masing adalah tugas bersama untuk belajar saling menerima dan memperbaiki agar menjadi lebih baik .tentang kamu yg aku ikhlas seumur hidup menjadi makmum darimu yg menjadi imam .membuatku bangga menjadi ibu dan kamu menjadi ayah dari anak-anak kita ..

Kamis, 05 Juni 2014

efek tukang bohong


“Please don’t lie”

Ada banyak cara mendeteksi kebohongan. Nggak perlu memakai alat rumit atau dengan jasa penyelidik, kita juga bisa lho mendeteksi kebohongan tentunya yang ringan-ringan saja. Berikut adalah langkah-langkahnya!

-Tatap langsung ke matanya, beri pertanyaan.
-Kalau matanya sering melirik kekanan,keatas. Kemungkinan besar dia lagi mengarang cerita bohong.
-Perhatikan body language-nya, kalau dia sering menggosok hidung, menggaruk kepala, dll. Berarti dia sedang berbohong.
-Bernafasnya juga jadi berubah, nggak kayak biasanya.
-Suara tiba2 berubah, agak sengau or parau, dan sering batuk2 kecil.
Keep on talking, dan dia pun semakin gelisah.
Sampai kapan pun, lebih baik berkata jujur daripada bohong. Sekali bohong, kita akan terus menerus menciptakan kebohongan buat nutupin kebohongan yang sudah kita bikin sebelumnya, cape dech…
“Efek jadi tukang bohong”
-Nggak pede sama diri sendiri
-Punya beban dihati
-Merasa diri bahwa dosa semakin banyak. Ih..ngeri dech.
-Curiga sama orang, takutnya dia ngebohongin kita juga-Sulit jadi the real you..

Editan suka2

Editan I. Pura2 cuek
Editan II. ketika rindu
Editan III. Ego


Media Penyuluhan dan Konseling gizi


BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar belakang
Media merupakan salah satu komponen komunikasi, yaitu sebagai pembawa pesan dari komunikator menuju komunikan (Criticos, 1996). Berdasarkan definisi tersebut, dapat dikatakan bahwa proses pembelajaran merupakan proses komunikasi. Proses pembelajaran mengandung lima komponen komunikasi, guru (komunikator), bahan pembelajaran, media pembelajaran, siswa (komunikan), dan tujuan pembelajaran. Jadi, Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan (bahan pembelajaran), sehingga dapat merangsang perhatian, minat, pikiran, dan perasaan siswa dalam kegiatan belajar untuk mencapai tujuan belajar.
Pendidikan kesehatan pada hakikatnya adalah suatu kegiatan usaha menyampaikan pesan kesehatan kepada masyarakat, kelompok atau individu. Dengan harapan bahwa dengan adanya tersebut maka masyarakat, kelompok atau individu dapat memperoleh pengetahuan tentang kesehatan yang lebih baik. Pengetahuan tersebut pada akhirnya diharapkan dapat berpengaruh terhadap perilaku. Dengan kata lain dengan adanya pendidikan tersebut diharapkan dapat membawa akibat terhadap perubahan perilaku sasaran.
Pendidikan kesehatan sebagai suatu proses di mana proses tersebut mempunyai masukan (input) dan keluaran (output). Di dalam suatu proses pendidikan kesehatan yang menuju tercapainya tujuan pendidikan yakni: perubahan perilaku, dipengaruhi oleh banyak faktor. Faktor yang mempengaruhi suatu proses pendidikan di samping faktor masukannya sendiri juga faktor metode, faktor materi atau pesannya, pendidik atau petugas yang melakukannya, dan alat bantu atau alat peraga pendidikan yang dipakai. Agar dicapai suatu hasil yang maksimal maka faktor-faktor tersebut harus bekerja sama secara haronis. Hal ini berarti bahwa untuk masukan (sasaran pendidikan) tertenu harus menggunakan cara tertentu pula. Materi juga harus disesuaikan dengan sasaran. Demikian juga alat bantu pendidikan harus disesuaikan. Untuk sasaran kelompok maka metodenya harus berbeda dengan sasaran massa dan sasaran individual. Untuk sasaran massapun harus berbeda dengan sasaran individual dan sebagainya.




1.2  Rumusan masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut:
1)      Apa yang di maksud dengan Media?
2)      Apa manfaat media?
3)      Apa saja jenis-jenis media dalam penyuluhan dan konsultasi gizi?
4)      Bagaimana karakteristik media?
5)      Apa kelebihan dan kekurangan media?

1.3  Tujuan
1)      Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan media
2)      Untuk mengetahui apa manfaat media
3)      Untuk mengetahui apa saja jenis-jenis media dalam penyuluhan dan konsultasi gizi
4)      Untuk mengetahui bagaimana karakteristik media
5)      Untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan media

1.4  Manfaat
1)      Makalah ini diharapkan mampu menambah ilmu pengetahuan serta menjadi salah satu bacaan yang bermanfaat.
2)      Memperluas wawasan dan pengetahuan tentang Media Penyuluhan dan Konsultasi Gizi.











BAB II
PEMBAHASAN
2.1  Pengertian Media
Media dalam promosi kesehatan dapat diartikan sebagai alat bantu untuk promosi kesehatan yang dapat dilihat, didengar, diraba, dirasa atau dicium, untuk memperlancar komunikasi dan penyebar-luasan informasi. Media merupakan salah satu komponen komunikasi, yaitu sebagai pembawa pesan dari komunikator menuju komunikan (Criticos, 1996).
Alat bantu pendidikan adalah alat-alat yang digunakan oleh seorang pendidik dalam menyampaikan materi atau bahan pendidikan/pengajaran. Dalam prakteknya alat bantu ini lebih sering disebut sebagai peraga karena berfungsi untuk membantu dan memperagakan sesuatu di dalam proses pendidikan atau pengajaran (Notoadmodjo,2003).
 Media pendidikan kesehatan adalah alat bantu pendidikan (Audio Visual Aids). Disebut media pendidikan kesehatan karena alat-alat tersebut merupakan saluran (channel) untuk menyampaikan informasi kesehatan dan karena alat-alat tersebut digunakan untuk mempermudah penerimaan pesan-pesan kesehatan bagi masyarakat atau klien (Notoadmodjo,2003).
Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan (bahan pembelajaran), sehingga dapat merangsang perhatian, minat, pikiran, dan perasaan siswa dalam kegiatan belajar untuk mencapai tujuan belajar.

2.2  Manfaat Media
Media memiliki manfaat sebagai pembawa informasi dari sumber (dosen) menuju penerima(mahasiswa).
Media juga memiliki Mnfaat yang lain yaitu sbb:
a)      Menimbulkan minat sasaran pendidikan ;
b)      Mencapai sasaran yang lebih banyak
c)      Membantu dalam mengatasi berbagai hambatan dalam proses pendidikan ; 
d)     Merangsang masyarakat atau sasaran pendidikan untuk mengimplementasikan atau melaksanakan pesan-pesan kesehatan atau pesan pendidikan yang disampaikan ; 
e)      Membantu sasaran pendidikan untuk belajar dengan cepat dan belajar lebih banyak materi/bahan yang disampaikan ; 
f)       Merangsang sasaran pendidikan untuk dapat meneruskan pesan-pesan yang disampaikan pemateri kepada orang lain; 
g)      Mempermudah penyampaian bahan/materi pendidikan/informasi oleh para pendidik atau pelaku pendidikan ; 
h)      Mempermudah penerimaan informasi oleh sasaran pendidikan. Seperti diuraikan di atas, bahwa pengetahuan yang ada pada seseorang diterima melalui panca indera. Berdasarkan penelitian para ahli, bahwa indera yang paling banyak menyalurkan pengetahuan ke dalam otak adalah mata. Kurang lebih 75 % sampai 87 % dari pengetahuan manusia diperoleh/disalurkan melalui mata. Sedangkan 13 % sampai 25 % lainnya diperoleh atau tersalur melalui indera yang lain. Dari sini dapat disimpulkan bahwa alat-alat peraga/media/alat bantu visual akan lebih mempermudah cara penyampaian dan penerimaan informasi atau bahan atau materi pendidikan
i)        Dapat mendorong keinginan orang untuk mengetahui, kemudian lebih mendalami, dan akhirnya mendapatkan pengertian yang lebih baik. Orang yang melihat sesuatu yang memang diperlukan tentu akan menarik perhatiannya. Dan apa yang dilihat dengan penuh perhatian akan memberikan pengertian bru baginya, yang merupakan pendorong untuk melakukan atau memakai sesuatu yang baru tersebut
j)        Membantu menegakkan pengertian/informasi yang diperoleh. Sasaran pendidikan di dalam memperoleh atau menerima sesuatu yang baru, manusia mempunyai kecenderungan untuk melupakan atau lupa. Oleh sebab itu, untuk mengatasi hal tersebut, AVA (Audio Visual Aid - alat bantu/peraga audio visual) akan membantu menegakkan pengetahuan-pengetahuan yang telah diterima oleh sasaran pendidikan sehingga apa yang diterima akan lebih lama tersimpan di dalam ingatan

2.3  Jenis – jenis Media
Pengelompokan /Klasifikasi media pada dasarnya dilakukan menurut kesamaan ciri atau karakteristiknya. Beberapa contoh usaha kearah taksonomi media tersebut antara lain:
1)      Menurut Rudy Brezt
Menurut Brezt terdapat 8 Klasifikasi Media Yaitu:
a)      Media Audio Visual Gerak
b)      Media audio Visual diam
c)      Media Audio semi gerak
d)     Media visual diam
e)      Media semi gerak
f)       Media audio
g)      Media cetak

2)      Menurut T.Tosti dan John R.Ball (1976)
Media Penyaji diklasifikasikn dalam 5 kelompok besar, yaitu:
a)      Media visual diam
b)      Media visual gerak
c)      Media audio
d)     Media audio visual diam
e)      Media audio visual gerak

3)      Menurut Anderson (1976)
Media dikelompokan menjadi 10 golongan sbb:
a)      Audio, kaset audio,siaran radio,CD, dan Telepon
b)      Cetak,Buku Pelajaran,modul,brosur,leaflet,dan gambar
c)      Audio cetak, kaset audio yang dilengkapi ahan tertulis
d)     Proyeksi visual diam,overhead tranparansi/OHT, dan slide/film bingkai
e)      Proyeksi  audio visual diam, film bingkai bersuara
f)       Visual gerak, film bisu
g)      Audio visual gerak, film gerak bersuara, video/VCD dan televisi
h)      Objek fisik,benda nyata,model, dan specimen
i)        Manusia dan lingkungan,guru.pustakawan, dan laboran
j)        Komputer, CAI (Computer Assited Instructional = pembelajaran berbantuan komputer)

4)      Menurut Haney dan Ulmer (1981)
Taksonomi media pembelajaran pada dasarnya ada beberapa cara yang dapat digunakan dalam pengklasifikasian yaitu:

a)      Dengan menekankan pada teknikyang dipergunakan dalam pembuatan media tersebut, sebagai contoh seperti gambar,fotograpi,rekaman audio
b)      Ada pula yang dilihat daricara yang dipergunakan untuk mengirimkan pesan, seperti ada penyampaian yang disampaikan melalui siaran televisi atau alat optik.

5)      Menurut Sadiman, dkk (2003)
Media dikelompokan menjadi:
a)      Media grafis
b)      Media audio
c)      Media proyeksi diam

6)      Menurut Seels dan Glasgow (1990)
Media dibagi menjadi 2 kelompok besar yaitu:
Media Tradisional antara lain:
a)      Visual diam yang diproyeksikan:opaque,overhead projektor,slide,film strip
b)      Visual yang tidak diproyeksikan:gambar,poster,foto,vharts,grafik.papan foto
c)      Audio,rekaman kaset,radio
d)     Multimedia,slide suara
e)      Visual dinamis yang diproyeksikan:film,televisi,video
f)       Bahan cetak:buku teks,modul,majalah,hand out
g)      Permainan:games
h)      Realita

7)      Menurut Wiryokusumo (2008)
Media pemebelajaran dapat dibedakan beberapa macam:
a)       Berdasarkan dimensinya
a.       Satu dimensi atau dua dimensi, contohnya gambar,foto,kliping,film,slide,peta,papan fannel
b.      Tiga dimensi model: model,boneka,specimen,kubus




b)      Berdasarkan elektronik dan non elektronik
c)      Berdasarkan audio visual dan non audio visual
·         Audio visual: program televisi,program radio,slide,dan film
·         Non audio visual:papan tulis,majalah,buku,gambar,foto,boneka

8)      Menurut Notoatmojo (2011)
Secara garis besar alat bantu pendidikan dikelompokan menjadi:
a)      Alat bantu lihat (visual aids)
b)      Alat bantu dengar (audio aids)
c)      Alat bantu lihat dengar (audio visual aids)

9)      Menurut inna simnet linda ewles (1994)
Media dapat dikelompokan menjadi 3 yaitu:
a)      Media visual/media pandang
b)      Media audio/media dengar
c)      Media audio visual/media pandang dengar

2.4 Karakteristik Media
A.    Media visual
            Secara umum media Visual dapat di kelompokan menjadi media visual yang tidak diproyesikan dan media visual yang diproyeksikan.
1)      Media visual tidak diproyaksikan
Yang termasuk dalam kelompok media visual tidak diproyeksikan ini meliputi:
a)      Grafik
Grafik adalah suatu penyajian data berupa angka-angka melalui perpaduan Antara angka,garis, dan simbol.
Fungsi media ini adalah untuk menggambarkan data kuantitatif secara teliti, menerangkan perkembangan atau perbandimgan suatu objek atau peristiwa yang saling berhubungan secara singkat dan jelas.

Ada beberapa kekuatan Grafik adalah:
·         Grafik sangat bermanfaat untuk mempelajari dan mengingat data-data kuantitatif dan hubungan-hubungannya.
·         Penyajian data dengan grafik akan membuatdata divisulkan dengan jelas,ringkas,menarik, dan logis.
·         Dengan media grafik memungkinkan untuk mengadakan analisis, interpretasi dan perbandingan antara data-data yang di sajikan baik dalam hal ukuran, jumlah, pertumbuhan, dan arah.

b)      Diagram
Diagram merupakan gambaran yang sederhana yang di rancang untuk memeperlihatka hubungan timbal balik yang biasanya disajikan melalui garis-garis simbol.
Menurut Sadiman,dkk (2003) menyatakan diagram yang baik sebagai media penidikan, harus mememnuhi syarat sbb:
·         Benar, digambar rapi, diberi titel, label, dan penjelasan-penjelasan yang perlu.
·         Cukup besar dan ditempatkan secara strategis
·         Penyusunannya disesuaikan dengan pola membaca yang umum yaitu kiri ke kanan dan dari atas ke bawah.

c)      Bagan
Bagan sebagai bagian dari media grafis yaitu merupakan perpaduan sajian kata-kata, garis, dan simbol yang merupakan ringkasam suatu proses, perkembangan, atau hubungan-hubungan penting.
Fungsi Bagan sbb:
·         Menyajikan ide-ide atau konsep-konsep yang sulit bila hanya disampaikan secara tert ulis atau lisan secara visual.
·         Memberikan ringkasan bitir-butir penting dari suatu presentasi.

Contoh Penggunaan bagan dalam penyuluhan kesehatan, Misalnya seorang petugas gizi ingin menjelaskan tahap-tahap  pembuatan bahan makanan campuran untuk pemberian makanan tambahan (PMT). Bahan yang di gunakan kemudian tahapan proses penbuatan BMC dapat di tungkan dalam bentuk bagan sehingga diterima dengan lebih jelas oleh sasaran.
d)     Sketsa
Sketsa adalah gambar yang sedrhana atau draft kasar yang melikiskan bagian-bagian pokok dari suatu bentuk gambar tanpa detail. Sketsa dapat di buat pada saaat pendidik menyampaikan pesannya kepda sasran pendidikan .
Kekuatan Sketsa sbb:
·         Dpat di buat secara cepat
·         Lebih memberi penekanan terhadap materi

e)      Foto
Sebagai media pendidikan kesehatan, foto haruslah dipilih dan digunakan sesuai dengan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Dengan demikian foto dapat memenuhi fungsinya untuk membangkitkan motivasi dan minat sasaran dan membantu sasaran menafsirkan serta mengingat materi yang berkenaan dengan foto-foto tersebut.
Kekuatan:
·         Sifatnya konkrit
·         Dapat mengatasi batasan runag dan waktu
·         Mengatasi keterbatasan pengamatan
·         Mampu memperjelas satu masalah
·         Harganya relatif murah dan mudah diperole serta digunakan tanpa peralatan khusus.
Kelemahan:
·         Hanya menekankan persepsi indera mata
·         Foto yang terlalu kompleks kurang efektif untuk pembelajaran
·         Ukurannya sangat terbatas untuk kelompok besar

f)       Poster
Poster adalah sehelai kertas atau papan yang berisikan gambar-gambar dengan sedikit kata-kata. Katakata dalam poster harus jelas artinya, tepat pesannya dan dapat dengan mudah dibaca pada jarak kurang lebih 6 meter. Poster biasanya ditempelkan pada suatu tempat yang mudah dilihat dan banyak dilalui orang misalnya di dinding balai desa, pinggir jalan, papan pengumuman, dan lain lain. Gambar dalam poster dapat berupa lukisan, ilustrasi, kartun, gambar atau photo.
Poster terutama dibuat untuk mempengaruhi orang banyak, memberikan pesan singkat. Karena itu cara pembuatannya harus menarik, sederhana dan hanya berisikan satu ide atau satu kenyataan saja. Poster yang baik adalah poster yang mempunyai daya tinggal lama dalam ingatan orang yang melihatnya serta dapat mendorong untuk bertindak.

Kelebihan :
·         Dapat meningkatkan kesadaran terhadap kesehatan dan merangsan kepercayaan, sikap, dan perilaku
·         Dapat di buat dengan biaya murah
·         Bahasa singkat, sederhana, dan mudah dipahami
·         Dapat menyampaikan informasi, mengarahkan orang melihat sumber lain.
·         Wilayah sesuai keinginan

            Kelemahan :
·         Luas jangkauan terbatas karena bersifat local karena hanya ditempat pemasangan poster
·         Tidak dapat memilah khalayak
·         Khalayak hanya melihat sepintas
·         Mudah rusak dan diacuhkan

g)      Leaflet/Flyer
Leaflet adalah Berupa lembaran Kertas yang didlipat-lipat, berisi tulisan cetak dan beberapa gambar tertentu tentang suatu topik khusus untuk sasaran dan tujuan tertentu.
Ukuran umumnya 20 x 30 cm, dengan jumlah tulisan umumnya 200-400 kata, secara umum berisi garis-garis besar penyuluhan dan isi-isi harus dapat di tangkap dengan sekali baca.
Leaflet biasanya diberikan setelah penyuluhan selesai dilaksanakan atau dapat pula diberikan sewaktu penyuluhan berlangsung untuk memperkuat ide yang di sampaikan.

Kekuatan media Leaflet/Flyer adalah :
·         Dapat disimpan lama
·         Sasran dapat menyesuaikan dan belajar mandiri
·         Pengguna dapat melihat isinya pada saat santai
·         Jangkauan sasaran lebih luas
·         Dapat membantu media lain
·         Isi dapat di cetak kembali

h)      Lembar Balik (Flipchart)
Media penyampaian pesan atau informasi kesehatan dalam bentuk lembar balik. Biasanya dalam bentuk buku, dimana tiap lembar (halaman) berisi gambar peragaan dan dibaliknya berisi kalimat-kalimat sebagai pesan atau informasi berkaitan dengan gambar tersebut.

Kekuatan Lembar Balik sbb:
·         Bagus untuk curah pendapat dan melibatkan kelompok secara aktif dalam membuat ide
·         Mudah dibawa
·         Dapat dipakai dalam ruang yang tidak ada papan tulisnya
Kelemahannya:
·         Terlalu kecil intuk sasran lebih dari 25 orang
·         Mudah robek

i)        Booklet
Booklet adalah suatu media untuk menyampaikan pesan-pesan kesehatan dalam benruk buku yang berisi tulisan dan gambar. Booklet merupakan sebuah buku kecil yang terdiri dari lebih dari 24 lembar. Isi booklet harus jelas, tegas dan mudah di mengerti. Ukuran booklet biasanya bervariasi mulai dari tinggi 8-13 cm.
Kelemahan Booklet sbb:
·         Menuntut kemampuan baca
·         Menuntut kemauan baca sasaran, terlebih pada msyarakat yang kebiasaan membacanya rendah

Kelebihan:
·         Dapat disimpan lama
·         Sasaran dapat menyesuaikan dan belajar mandiri
·         Pengguna dapat melihat isinya pada saat santai
·         Dapat membantu media lain
·         Dapat memberikan detil (misalnya statistik) yang tidak mungkin di sampaikan secara lisan
·         Mengurangi kegitan mencatat
·         Isi dapa dicetak kembali

j)        Papan Fanel
Papan Flanel adalah papan yang berlapis kain flanel untuk menyajikan gambar atau kata-kata yang mudah ditempe dan mudah dilepas.
Kelebihan papan Fanel sbb:
·         Dapat di buat sendidri
·         Dapat dipersiapkan terlebih dahulu
·         Item-item dapat diatur sendiri
·         Memungkinkan penyesuaian dengan kebutuhan sasaran
Kelemahan Papan Fanel sbb:
·         Umumnya terletak pada kurangnya persiapan
·         Membutuhkan keterampilan pendiidk/pengajar

k)      Papan Buletin (Bulletin Board)
Papan buletin adalah papan biasa tanpa dilapisi kain flanel. Gambar-gambar atau tulisan-tulisan biasanya langsung ditempelkan dengan menggunkan lem atau alat penempel lainnya.
Kelebihan sbb:
·         Dapat menarik perhatian sasaran
·         Memupuk rasa tanggung jawab
·         Menghemat waktu
·         Membangkitkan rasa keindahan
·         Memperluas pengertian sasaran
·         Mendorong kreativitas
Kekurangan sbb:
·         Membosankan jika terlalu lama di pasang
·         Sulit memantau apakah semua sasaran diperhatikan
l)        Papan Tulis
Papan bewarna hitam atau hijau atau putih dengan ukuran umumnya 90 x 120 cm. Penggunaannya membutuhkan kapur tulis atau spidol serta penghapus.
Kelebihan :
·         Mudah dibersihkan dan digunakan berulangkali
·         Biaya relatif murah
·         Bagus untuk mengembangkan suatu topik dan membangun informasi secara bertahap

Sedangkan Kelemahannya sbb:
·         Pengajar harus membelakangi sasran bila menulis atau kehilangan komunikasi
·         Terlalu kecil untuk sasaran lebih dari 25 orang


2)      Media visual yang diproyeksikan
Yang termasuk media ini adalah sebagai berikut:
1.      OHP dan OHT
OHT (Overhead Transparency) adalah media visual yang diproyeksikan melalui alat proyeksi yang disebut OHP (Overhead Projector). OHT Terbuat dari bahan transparan yang biasanya berukuran 8,5 x 11 inci.
Kelebihan :
·         Dapat dibuat atau dipakai mencatat point-point selama mengajar.
·         Pengajar dapat menghadap sasaran dan menjaga komnikasi
·         Dapat digunakan untuk membangun informasi dengan menggunaka teknik tumpang tindih (overplay)
Kelemahan:
·         Biaya relatif mahal untuk pemeliharaan
·         Sukar memperkenalkan gerakan dalam bentuk visual
·         Sangat bergantung dengan arus listrik

2.      Media Opaque Projektor
Media Opaque Projektor tak tembus pandang adalah media yang digunakan untuk memproyeksikan bahan dan benda-benda yang tidak tembus pandang, seperti: buku, foto, dan model-model baik yang 2 dimensi maupun 3 dimensi.
Kelebihannya:
·         Bisa langsung memproyeksikan pesan yang ada di buku, koran, majalah, foto, bahkan cetak lainnya.
Kekuranganya:
·         Harus digunakan pada ruangan yang gelap.
3.      Slide
Media Slide adalah media visual yang di proyeksikan melaliu alat yang disebut proyektor slide.
Kekuatan Slide sbb :
·         Dapat untuk belajar mandiri, memungkinkan penyesuaian
·         Cocok untuk sasaran dalan jumlah besar sekalipun
·         Memeberika realita meskipun terbatas
·         Memberikan informasi, mengangkat masalah, memperlihatkan ketrampilan
Kelemahan:
·         Memerlukan ruang sedikit gelap
·         Listrik dan peralatan mahal

4.      Filmstrip
Adalah media visual proyeksi diam, yang pada dasarnya hampir sama dengan media slide. Hanya filmstrip ini terdiri atas beberapa film yang merupakan satu kasatuan (merupakan gelang, dimana ntara ujung yang satu dengan ujung yang lainnya bersatu).

B.     Media Audio
Media Audio Adalah media yang berkaitan dengan indera pendengaran. Pesan-pesan yang disampaikan dituangkan dalam lambang-lambang auditif verbal baik maupun non verba (Sadiman, dkk. 2003). Yang termasuk dalam media jenis ini yaitu sebagai berikut:
a.       Alat Perekam Pita Magnetic
Adalah salah satu media yang tidak dapat diabaikan dalam penyampaian informasi karena mudah menggunakanya.



Kekuatan Pita Magnetic sbb:
·         Rekaman dapat dihapus secara otomatis dan pitanya bisa dipakai lagi
·         Program kaset dapat memberikan efisiensi dalam pengajaran
·         Dapat digunakan sesuai dengan jadwal yang ada
·         Mempunyai fungsi ganda yang efektif, untuk merekam, menampilkan rekaman dan menghapusnya.
·         Program kaset bisa menimbulkan berbagai kegiatan ( diskusi, demonstarsi, dan lain-lain)
Kelemahan sbb:
·         Daya jangkaunya terbatas
·         Dari segi biaya pengadaanya bila untuk sasaran banyak akan menjadi mahal.

b.      Radio
Radio adalah salah saru media audio yang penyampaian pesannya dilakukan melalui pancaran gelombang elektromagnetik dari radio pemancar.
Kelebihan Radio Sbb:
·         Radio dengan cepat menanggapi kebutuhan ksehatan dan pambangunan masyarakat
·         Dengan teknik produksi dan teknik pendidikan yang sesuai, radio dapat meningkatkan pengetahuan
·         Pesawat radio harganya murah
·         Masyarakat dapat dilibatkan,terutama melalui acara tanya jawab atau interaktif.
·         Radio dapat memicu imajinasi melalui bunyi dan kata-kata sehingga membentuk gambar pada benak pendengarannya.

Kelemahan Radio sbb:
·         Transmisi radio menghilang segera setelah disiarkan dan tidak dapat di ulang kembali seperti orang membaca majalah
·         Mpan balik dari pendengar tidak dapat diperoleh secara langsung sebagaimana jika dilakukan komunikasi langsung dimana komunikasi dan komunikator berhadapan muka satu dengan lainnya.
·         Radio hanya menggunakan bunyi dan suara, sedangkan media lain seperti televisi menayangkan gambar sekaligus suara

C.     Media Audio Visual
1.Media audio visual tidak bergerak
Media audio visual todak bergerak adalah media yang penyampaian pesanya dapat diterima oleh indera oendengarnya dan indera penglihatan. Akan tetapi gambar yang dihasilkan adalah gambar tidak bergerak atau sedikit memiliki unsur gerak.

2.Film
Adalah serangkaian gambar adiam yng meluncur secara cepat dan diproyeksikan sehingga menimbulkan kesan hidup bergerak.
Kekuatan Film sbb:
·         Dapat merangsang atau memotivasi kegiatan
·         Dapat mendatangkan seorang ahli atau tokoh
·         Dapat menampilkan kembali masa lalu dan menyajikan kembali Kejadian-kejadian sejarah yang lampau
·         Dapat mendatangkan seorang ahli atau tokoh
·         Dapat menggunakan teknik-teknik seperti warna,gerak lambat, animasi, dan sebagainya.

Kelemahan :
·         Penggunannya perlu rung gelap
·         Daya jangkaunya terbatas
·         Biaya produksi relatif mahal

3.Televisi
Televisi adalah media yang dapat menampilkan pesan secara audiovisual dan gerak (sama dengan film).

Kekuatan Televisi sbb:
·         Sifatnya langsung dan nyata
·         TV merupakan medium yang menarik, modern, dan selalu siap diterima
·         TV mempunyai realitas dan juga immediacy (karena objek yang baru saja ditangkap oleh kamera dapat segera dipertontonkan)
·         TV dapat memikat perhatian sepenuhnya, karena TV menyajikan informasi visual dan lisan secara simultan.

Kelemaha Televisi sbb:
·         Besarnya gambar dilayar relatif lebih kecil dari pada film
·         Sifat komunikasinya satu arah

4.Multi Media
            Multi Media merupakan suatu sistem penyampaian dengan menggunakan berbagai jenis bahan belajar yang membentuk suatu unit atau paket.

2.5 Kelebihan dan Kekurangan Media
a.kelebihan kemampuan media (Gerlach & Ely dalam Ibrahim, et.al., 2001) adalah sebagai berikut:

1.      kemapuan fiksatif, artinya dapat menangkap, menyimpan, dan menampilkan kembali suatu obyek atau kejadian. Dengan kemampuan ini, obyek atau kejadian dapat digambar, dipotret, direkam, difilmkan, kemudian dapat disimpan dan pada saat diperlukan dapat ditunjukkan dan diamati kembali seperti kejadian aslinya.
2.      kemampuan manipulatif, artinya media dapat menampilkan kembali obyek atau kejadian dengan berbagai macam perubahan(manipulasi) sesuai keperluan, misalnya diubah ukurannya, kecepatannya, warnanya,serta dapat pula diulang-ulang penyajiannya. Ketiga, kemampuan distributif, artinya media mampu menjangkau audien yang besar jumlahnya dalam satu kali penyajian secara serempak, misalnya siaran TV atau Radio.








BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan (bahan pembelajaran), sehingga dapat merangsang perhatian, minat, pikiran, dan perasaan siswa dalam kegiatan belajar untuk mencapai tujuan belajar.
Media pendidikan kesehatan adalah alat untuk menyampaikan informasi kesehatan dan di gunakan untuk mempermudah penerimaan pesan-pesan kesehatan bagi masyarakat atau klien.
Secara garis besar alat bantu pendidikan dikelompokan menjadi:
a.       Alat bantu lihat (visual aids)
b.      Alat bantu dengar (audio aids)
c.       Alat bantu lihat dengar (audio visual aids)
Manfaat/kegunaan media, antara lain sbb:
a.       Dapat menghindari salah pengertian/pemahaman atau salah tafsir.
b.      Dapat memperjelas apa yang diterangkan dan dapat lebih mudah ditangkap.
c.       Apa yang diterangkan akan lebih lama diingat, terutama hal-hal yang mengesankan.
d.      Dapat menarik serta memusatkan perhatian.
e.       Dapat memberi dorongan yang kuat untuk melakukan apa yang dianjurkan.

           








DAFTAR PUSTAKA
Asep.2009.”Alat Bantu dan Media Pendidikan Kesehatan”, (online), http://chevichenko. wordpress.com, diakses 12 Maret 2014).
Dwinie.2010.”KarekteristikMedia Promkes”, (online), http://wahyuniekdwinur.blogspot.com, diakses 12 Maret 2014).
Notoatmodjo,Soekidjo.2003.Pendidikan dan Perilaku Kesehatan..Jakarta:Rineka Cipta.
Putu dan Nyoman.2008. Media Pendidikan Kesehatan.Yogyakarta:Graha Ilmu.
Santyasa,Wayan.2007.”Media Pembelajaran”.UNDIKHSA